wrote:
Dikutip dari sebuah blog:
Menjelang akhir Oktober 2007 (30 Oktober), pada perdagangan siang hari, koin dinar emas telah mencapai Rp 1.004.500/dinar, setelah pada pagi harinya mulai menembus angka psikologis Rp 1 juta, yakni Rp 1.001.500/koin dinar. Memasuki bulan Nopember kurs dinar masih erus berada pada tingkat harga tersebit. Hal ini, tentu, disambut antusias para pemakai dinar emas yang makin banyak jumlahnya di Indonesia. Hal ini mencerminkan tidak berharganya uang kertas, dalam denominasi apa pun, dolar AS sampai rupiah Republik Indonesia. Dinar emas merupakan mata uang universal yang telah ribuan tahun dipakai umat manusia, kinikembali populer digunakan, karena terbukti bebas inflasi.
Dalam kurun enam tahun terakhir, dolar AS sesungguhnya telah kehilangan nilainya secara dramatis. Bila diukur dengan Euro, nilainya merosot dari sekitar 0.8 dolar AS/Euro ke 1.4 dolar AS/Euro atau 75%. Bila diukur dengan harga dinar emas, merosot lebih drastis lagi sampai 190%, dari kurs dinar 37 dolar AS/dinar pada 2001(bulan Oktober), menjadi 107 dolar AS/ dinar pada tahun 2007 (bulan Oktober). Rata-rata apresiasi dinar terhadap dolar AS dalam kurun enam tahun terakhir ini (2001-2006) adalah sekitar 25% per tahun (lihat Tabel).. Tetapi, gonjang-ganjing keuangan yang berlangsung dalam dua bulan terakhir ini, akibat krisis kredit perumahan (subprime mortgage) di AS, disusul lonjakan harga minyak, membuat kurs dinar emas melompat drastis dalam jangka waktu sangat pendek.
Dalam sebulan terakhir ini dinar emas mengalami apreasiasi 6.4% (dari Rp 940.000 ke Rp 1001.500), setelah bulan sebelumnya (September) pun telah mengalami apreasiasi cukup tinggi, yaitu 5.7% (dari Rp 880.000 di awal bulan menjadi Rp 940.000 di akhir bulan). Jadi, dalam dua bulan terakhir, dinar emas mengalami apresiasi 12.1%. Ini jelas jauh di atas kebiasaan, yaitu apresiasi dinar emas terhadap dolar AS sebesar sekitar 2%/bulan, atau
20-25%/tahun.
--
Regards,
Ady Wicaksono
Email:
ady.wicaksono at gmail.com
http://adywicaksono.wordpress.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
--- End forwarded message ---


Tidak ada komentar:
Posting Komentar